Tuesday 27 September 2011

Di paksa bugil di pesta






LAINYA

SMA Sudah Suka ML , Narsis Lagi


 Kelewatan Anak SMA ini , Kecil-Kecil udah pandai ajak ML
yang tidak berkepentingan jangan buka postingan ini ya..makasih



TOP JAV Ayaka Sayama with Bear


















 














Mau Lihat penampakan Syahrini Di di tembok ?


Fokuskan mata pada titik merah selama 30 detik, lalu palingkan muka ketembok/media putih. Alhasil teng.. teng.. tenggg .. ada sesosok perempuan menyerupai Syahrini di kamar Anda (tergantung amal-amalan juga sih :D)

syahrini - http://kolom-unik.blogspot.com

Masa sih? Ah bohong ah, ga percaya. Daripada ngedumel kaya gini, mending dibuktiin sendiri aja. :)

Ini Dia Kamar Mandi Digital


Bagi kalian penggemar Teknologi biasanya akan merasa sanyang jika harus meninggalkan gadget favoritnya untuk pergi ke kamar mandi, tapikini kamu bisa merancang sendiri kamar mandi digital agar lebih betah berlama-lama saat mandi.

Ini Dia Kamar Mandi Digital

Ini Dia Kamar Mandi Digital

Ini Dia Kamar Mandi Digital

Oke, intinya semua peralatan dikamar mandi ini diperintah oleh digital, dan tentu saja jika kamu berminat membuat sebuah kamar mandi pribadi semacam ini bisa dibayangkan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan, tapi akan sebanding dengan kemewahan yang didapat. Kolom-Unik 27 Sep, 2011

Ini dia Wajah Asli Monalisa


Tidak punya alis bukan suatu hal yang aneh bagi perempuan masa kini yang gemar bersolek. Mencukur habis rambut di atas mata itu sengaja dilakukan agar mempermudah mereka melukis alis yang melengkung sempurna di pagi hari yang sibuk. Tapi Mona Lisa bukan perempuan masa kini. Istri pedagang dari Florentine yang dilukis oleh Leonardo Da Vinci itu hidup pada abad ke-16.

wajah monalisa

Sehingga muncul berbagai pertanyaan mengapa wanita dalam lukisan itu sama sekali tak memiliki alis, bahkan bulu mata. Beberapa peneliti menyatakan bahwa mencabuti rambut di wajah adalah praktek umum bagi wanita beradab pada masa itu. Sebab, rambut itu dianggap tak elok dilihat. Tentu saja penjelasan ini tak memuaskan banyak penikmat senyum wanita yang penuh tanda tanya itu.

Pascal Cotte adalah salah seorang di antaranya. Warga Paris ini kerap bertanya-tanya mengapa Mona Lisa berbeda dengan lukisan sang maestro lainnya. Da Vinci selalu menggoreskan alis dan bulu mata pada semua lukisannya. Karya Da Vinci yang paling terkenal ini memang bukan barang baru buat Cotte. Pada 1969, Cotte kecil meminjam kartu pass Metro milik ibunya dan pergi ke Museum Louvre untuk melihat sendiri apa yang disebut ibunya sebagai lukisan terindah di dunia.

Bocah 11 tahun itu berdiri berjam-jam di depan lukisan etrsebut, sangat lama sehingga seorang penjaga museum menawarkan kursinya. Sudah 35 tahun berlalu, Cotte--yang kini seorang insinyur teknik--kembali menghabiskan tiga jam di depan lukisan itu. Namun, kali ini ia membawa sebuah kamera raksasa dan izin untuk mengeluarkan lukisan itu dari bingkai dan kotak pengamannya. Foto-foto hasil jepretan Cotte, termasuk mata, mulut, dan tangan yang diperbesar 20 kali lipat, dipamerkan di Metreon, San Francisco, Amerika Serikat.

Foto mata yang diperbesar itulah yang akhirnya menjawab pertanyaan Cotte. Ketika meneliti foto itu, ia menemukan selembar rambut di dahi kiri Mona Lisa, bukti sesuatu yang dulunya alis. Ada kemungkinan alis ini hilang karena pigmen cat memudar atau terhapus gara-gara upaya restorasi yang ceroboh. "Saya adalah seorang insinyur dan saintis. Bagi saya, semua harus masuk akal," ujarnya. "Tidak masuk akal bahwa Mona Lisa tidak punya alis atau bulu mata. Saya menemukan selembar rambut alisnya."

Selain menemukan alis, Cotte menciptakan reproduksi yang disebutnya definisi tinggi yang paling akurat dari lukisan yang berumur 500 tahun itu. Berkat teknik pemindaian gambar 240 juta piksel yang memakai 13 spektrum warna, termasuk ultraviolet dan inframerah, Cotte bisa menampilkan warna asli lukisan itu ketika baru selesai dikerjakan Da Vinci.

Cotte mengatakan pemindaian digital ultradetail lukisan itu memungkinkan ia menggali secara efektif menembus tumpukan cat yang berlapis-lapis dan melihat wajah asli Lisa Gherardini, wanita dalam lukisan tersebut. "Cukup dengan satu foto, Anda bisa lebih mendalami konstruksi lukisan itu dan mengerti bahwa Leonardo adalah seorang jenius," kata Cotte dalam pembukaan pameran "Da Vinci: An exhibition of Genius" di San Francisco, Rabu lalu.

Kamera supercanggih yang lahir dari keahlian Cotte dalam bidang optik dan cahaya itu membantunya memeriksa lukisan yang menjadi obsesinya. Pria 49 tahun itu memperkirakan tak kurang dari 3.000 jam dihabiskannya untuk menganalisis data hasil pemindaian Mona Lisa yang dibuatnya di laboratorium Louvre pada tiga tahun lalu.

Sensor pendeteksi cahaya dari spektrum warna sampai inframerah dan ultraviolet yang tak terlihat mata manusia itu juga mengungkapkan berbagai detail yang hilang dari lukisan tersebut. Gambar zoom in ini membuat Cotte bisa melihat perubahan posisi tangan kanan istri Francesco del Giocondo itu, yang terletak persis di perutnya.

Sebelum Mona Lisa, tidak pernah ada lukisan potret dengan posisi tangan seperti itu. Meski tak mengetahui alasan Da Vinci, banyak pelukis yang meniru posisi tersebut.

Cotte menemukan pigmen yang berada di bawah pergelangan tangan kanan sama persis dengan gambar selimut yang menutupi lutut Mona Lisa. Hal itu menjelaskan bahwa lengan bawah dan pergelangan tangan tersebut memegang satu sisi selimut. "Pergelangan tangan kanan itu terletak jauh di atas perutnya," kata Cotte. "Tapi, jika dilihat lebih dalam memakai inframerah, Anda akan tahu bahwa ia memegang selimut dengan pergelangan tangannya."

Gambar inframerah itu juga mengungkapkan sketsa yang berada di bawah tumpukan lapisan cat dan pernis. Cotte menyatakan hal itu menunjukkan bahwa Da Vinci juga manusia. "Jika memperhatikan tangan kirinya, Anda bisa melihat posisi pertama jari jemarinya serta mengubah pikiran dan melukisnya dengan posisi lain," katanya. "Bahkan Da Vinci pun punya keraguan."

Hasil analisis Cotte juga mengungkapkan warna asli lukisan itu. Waktu, pernis, dan restorasi menyebabkan lukisan yang kini tersimpan di balik kaca antipeluru itu tampak penuh dengan warna hijau gelap, kuning, dan cokelat.

Namun, foto digital 22 gigabita yang dihasilkan 13 filter warna berbeda, bukan filter tiga atau empat warna yang biasa ditemukan dalam kamera digital pasaran, mengembalikan warna asli lukisan itu. Dalam bentuk aslinya, Mona Lisa memiliki warna biru terang dan putih cemerlang. "Bagi generasi mendatang, kami menjamin Anda akan bisa melihat warna asli lukisan itu," ujar Cotte.

Meski sejumlah sejarawan seni mengungkapkan skeptisisme atas temuannya, Cotte berharap teknik baru ini bisa digunakan sebagai panduan bagi restorasi beragam lukisan kuno di masa depan. Setelah memindai Mona Lisa, Cotte membuat foto dengan resolusi supertinggi dari 500 lukisan, termasuk karya Van Gogh, Brueghel, Courbet, dan pelukis Eropa lainnya. "Untuk mengkomunikasikan warisan budaya bagi anak-anak kita, kami perlu menyediakan informasi sebanyak-banyaknya," ujar Cotte.

{tempo.co.id}

Seorang Doktor Lelaki Jadikan 400 Wanita Kembali prawan




Lelaki ini telah memberikan wanita peluang kali kedua. Dr Stephan Günther, 40, telah menjadikan kira-kira 400 wanita kembali menjadi anak dara @ perawan. Pakar bedah dari Düsseldorf ini pakar menjahit selaput dara wanita kembali bersama-sama sekali lagi.

"Praktis saya yang lepas dalam pembedahan kecantikan di Bochum terdapat ramai wanita Islam yang meminta sama ada saya boleh berbuat demikian, saya menyedari bahawa ia ditawarkan sedikit di Jerman Barat. Akhir tahun 2006 saya pergi ke Amerika Syarikat untuk mempelajari teknik itu."

Hari ini, Dr. Guenther melakukan lebih daripada 100 wanita setahun dalam amalan pembedahan itu di Düsseldorf. Kebanyakan mereka adalah orang Islam yang tinggal di Jerman dan ramai wanita yang datang dari Yaman, Afghanistan, Turki. Mereka tiba secara rahsia!

Pakar bedah ini berkata "wanita-wanita ini menghadapi masalah yang besar apabila mereka tiada dara pada malam perkahwinan mereka."

Pembedahan mengambil masa kira-kira 45 minit. Di bawah bius setempat, pecahan kulit dijahit bersama-sama.

Bergantung kepada kepecahan selaput dara, kos 800 - 1,200 €, dan €2,500 selepas melahirkan anak.

T-Shirt motip bikini gan unik dech

 


  

Ini T-Shirt apa Bikini? Ternyata T-Shirt plus gambar bikini.. lumayan walaupun palsu tapi tetap pemandangan bagus hehehe


















Tips Agar Nggak Ketipu Cowok Dunia Maya


Berpacaran dengan cowok dunia maya?

Pernah digodain cowok di dunia maya lewat chatting atau Facebook? Pastinya semua cewek pernah ngalamin ini dong.

Nah biasanya nih, ada cowok yang suka nipu di dunia maya untuk mendapatkan seorang atau bahkan banyak cewek.

Tips agar nggak ketipu cowok dunia maya, kenali tanda-tanda ini:

 

Tuh cowok memasang foto orang lain atau foto yang menyembunyikan siapa dirinya. Bayangin dia foto pakai sarung ala ninja dengan kepala tertutup rapat. Kalo sudah gini, bisa jadi dia ini sebenarnya dah nikah, malu ketauan temennya kalo dia pleiboi ato wajahnya jelek.

Doi memasang foto keren, ganteng, proporsional dan atletis tapi kok mencari cewek via Facebook? Jangan-jangan doi ini gak punya duit lagi buat nyari cewek. Bisa jadi juga, si dia playboy kelas kakap!

Udah akrab, ngajak ketemuan. Tapi sebelnya, si doi gak pernah ke rumah atau menawarkan diri untuk menjemput. Parahnya, doi minta kita yang jemput. Bisa dibayangkan bukan rasanya? Uh.. gak gak gak kuat..
Kalo digoda cowok kayak begituan, lebih baik gak usah ditanggepin. Ato, anggep aja orang gila Waw 27 Sep, 2011

Popular posts